Monday, August 30, 2004

Untuk Djasman.



Bagaimanakan ku mula
dan apakah kata-kata
yang indah untuk abadikan
tiap wajah berkisah
tiap madah bererti
manakah ilhamku
cahaya di matamu
senyum di bibirmu
mengukir seribu tanda pertanyaan
mungkinkah kau jua dalam kerinduan
di saat begini aku merindukan
berhelai-helai surat terbiar di depanku
tak dapat aku utuskan
kuramas semua dan ku buangkan jauh dari pandangan
lalu aku kesal
ku kumpul semula
tak dapat ku nyatakan apa yang ku rasa
jika engkau tahu di dalam hatiku
mungkinkah kau sahut jeritan batinku
dengarkanlah panggilanku
dengarkanlah lagu untukmu
angin lalu kau sampaikan
rasa rindu yang membara kepadanya
warna-warna cintaku kian pudar bersama malam yg gelap gelita
Katakan kau rasakan apa yang aku rasa
atau kau tidak terhindar
tapi ku percaya
semua telah tertulis
dan niat suciku takkan disiakan
dan di suatu masa di hari yang indah
ku hulur tanganku lalu kau terima

No comments: